skip to Main Content

“Setiap rupiah yang dihasilkan Bakrie harus bermanfaat bagi orang banyak”
—H. Achmad Bakrie (1916 – 1988).

Tradisi penghargaan atas karya pemikiran, keilmuan, dan kebudayaan sudah menjadi praktik lazim dalam dunia intelektual. Penghargaan berskala internasional seperti Hadiah Nobel menjadi tolok ukur bagi pencapaian di bidang-bidang sastra, kimia, fisika, kedokteran, ekonomi, dan perdamaian. Tradisi serupa juga seyogyanya hadir di Indonesia untuk mengapresiasi lembang atau pribadi yang memiliki karya pemikiran, keilmuwan, dan kebudayaan yang diabadikan untuk Indonesia tercinta.

Dari sanalah Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) hadir. Penghargaan Achmad Bakrie adalah bentuk apresiasi Keluarga Bakrie, melalui Bakrie Untuk Negeri bekerjasama dengan Freedom Institute dan VIVA Group untuk individu atau lembaga yang memiliki capaian diberbagai bidang yang berkontribusi bagi kemajuan pemikiran, keilmuwan, dan kebudayaan di Indonesia.

Bahkan banyak di antara penerimanya telah melahirkan masterpiece, dipercaya memimpin lembaga pemerintahan/negara, dan telah meraih pengakuan hingga menembus batas-batas negara.

Penghargaan Achmad Bakrie yang telah diberikan sejak tahun 2003, dalam memilih penerima, melalui proses penjurian oleh dewan juri yang independen dengan integritas kepakaran tidak diragukan. Penghargaan intelektual ini diberikan setiap tahun pada bulan Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mulai 2010, ditambahkan tradisi menghargai ilmuwan muda berprestasi berusia di bawah 40 tahun. Di tahun 2017, pada penyelenggaraan yang ke lima belas, diperkenalkan dua kategori baru yaitu “kebudayaan populer alternatif” serta “teknologi dan kewirausahaan”. Pada tahun 2019 diperkenalkan dua kategori baru yaitu “jurnalisme” dan “sastra populer”.

Sementara pada tahun 2022 ditambahkan satu Penghargaan Khusus Ilmuwan Internasional yang berjasa untuk Indonesia.

Filosofi Piala
Penghargaan Achmad Bakrie

Piala Penghargaan Achmad Bakrie dibentuk berdasarkan prinsip & nilai-nilai dasar yang dianut oleh Kelompok Usaha Bakrie yaitu Trimatra Bakrie: Keindonesiaan, Kemanfaatan dan Kebersamaan yang mencerminkan keseimbangan tiga pilar kehidupan yaitu spiritual, intelektual dan emosional.

Piala Penghargaan Achmad Bakrie juga dibentuk menyerupai gedung Bakrie Tower yang menjadi tempat seluruh Kelompok Usaha Bakrie berpusat menjalankan bisnisnya.

Sehingga bentuk piala Penghargaan Achmad Bakrie merupakan gabungan dari nilai-nilai Trimatra Bakrie (yang terbelah menjadi 3 pilar) dan bentuk gedung Bakrie Tower yang kemudian melebur menjadi satu kesatuan yang khas.

Piala ini dibuat pada tahun 2024 oleh seniman dan pemengaruh seni rupa muda Indonesia yaitu, Bill Mohdor.

Back To Top